Senin, 29 Juni 2015

Herman Thomas Karsten




Herman Thomas Karsten (Amsterdam, Belanda, 22 April 1884 – Cimahi, 1945) adalah arsitek dan perencana wilayah pemukiman dari Hindia Belanda. Ia adalah putra seorang profesor Filsafat dan Wakil Ketua Chancellor ("Pembantu Rektor") di Universitas Amsterdam, sedangkan ibunya adalah seorang kelahiran Jawa Tengah.

Gelar arsitek diperolehnya dari Sekolah Tinggi Teknik (Technische Hoogeschool) di Delft, Belanda, dan lulus tahun 1908. Enam tahun kemudian dia berangkat ke Hindia Belanda atas ajakan seniornya, Henri Maclaine Pont, yang memiliki Biro Arsitektur. Dalam kariernya inilah ia menjadi perencana dan penasihat beberapa proyek bangunan publik di beberapa kota yang kala itu mulai berkembang akibat membaiknya perekonomian, antara lain Batavia (Jakarta), Meester Cornelis (Jatinegara) Bandung, Buitenzorg (Bogor), Semarang (Pasar Johar), Surakarta (Pasar Gede), Malang, Purwokerto, Palembang, Padang, Medan, Banjarmasin, dan bahkan sampai merancang perumahan murah di bagian barat daya Kota Magelang, yaitu Kwarasan. Gaya khas Karsten adalah kepeduliannya terhadap lingkungan hidup dan menghargai nilai kemanusiaan. Dia tidak pernah melupakan kepentingan kalangan berpenghasilan rendah, sesuatu yang jarang ditemui pada orang-orang Belanda masa itu.

Pada tahun 1921 Karsten menikah dengan Soembinah Mangunredjo dan mempunyai empat anak, masing-masing Regina (1924), Simon (1926), Joris (1928), dan Barta (1929). Dia juga bergabung dalam Instituut de Java, sebuah perkumpulan yang peduli terhadap budaya Jawa. Karsten mengkritik banyak arsitek Belanda sebelumnya yang lebih berkonsep "menaruh Eropa di Jawa". Bagi Karsten, Jawa adalah Jawa, bukan Belanda. Karsten menganggap kota sebagai suatu organisme hidup yang terus bertumbuh. Dalam rencana pengembangan kota, Karsten menganggap penting keberadaan taman-taman kota serta ruang terbuka, dua hal yang tampaknya saat ini mulai terabaikan. Akibat filosofi ini muncullah gaya arsitektur 'Indisch' yang populer pada masa pra-kemerdekaan.


Semenjak berdirinya Technische Hoogeschool di Bandung (ITB sekarang) Karsten menjadi salah satu pengajarnya. Pada tahun 1941 ia menjadi guru besar. Arsitek generasi pertama Indonesia banyak yang merupakan muridnya.

Secara politis, Karsten adalah orang pro-kemerdekaan, suatu sikap yang hanya diambil oleh sebagian kecil kalangan keturunan Eropa (Indo) pada masanya. Malangnya, ia ditangkap oleh tentara pendudukan Jepang pada tahun 1942 sampai ia meninggal di Kamp Interniran Cimahi 1945. Cita-citanya untuk meninggal di bumi Indonesia tercapai walau harus dalam situasi yang tragis.


Herman Thomas Karsten adalah arsitek lulusan Technische Hoogeschool di Delft yang masuk tahun l904. Karsten dilahirkan pada tahun 1884 di Amsterdam dari keluarga terpelajar. Ayahnya seorang profesor dalam ilmu filsafat dan wakil ketua Chancellor (Pembantu Rektor/Direktur) di Universitas Amsterdam sedang ibunya berasal dari Jawa Tengah. Semasa mahasiswa, sejak tahun pertama, Karsten muda aktif di perkumpulan mahasiswa sosial demokratis (STY = Social- Technische Vereenaging van Democratische Ingenieur en Architecten), yaitu suatu kelompok mahasiswa teknik arsitekur berhaluan demokrasi. Arsitek Herman Thomas karsten membeli biro arsitek milik Henri Maclaine Pont pada tahun 1915, kakak tingkatnya yang dua tahun lebih tua darinya.Tahun 1908 Karsten menjadi anggota pengurus bagian perumahan dari organisasi yang memegang peranan penting dalam masalah perumahan dan perencanaan kota. Padahal pada masa itu pada jurusan Arsitektur di Delft, kurang memperhatikan masalah perumahan maupun perencanaan kota.

Tahun 1913, pengalaman Karsten diperoleh dengan diadakannya Kongres Perumahan Internasional di Schevenigen Belanda yang secara khusus membahas permasalahan kenyamanan perumahan di Indonesia yang buruk, terutama pada sistem sirkulasi udara dan peneraangan alaminya, dengan mengetengahkan kondisi kampung-kampung di Semarang. Pengalaman selanjutnya, kunjungan ke Berlin; dimana Berlin adalah sebuah kota yang sangat maju dalam perencanaan kota dan perumahan. Bidang yang menjadi ajang kiprahnya di Indonesia sama dengan bidang yang menjadi latar belakangnya, yaitu bangunan dan perencanaan kota. Beberapa tahun sebelum Karsten datang ke Indonesia, sudah ada aktivitas~aktivitas lokal dalam perencanaan kota.

Beberapa peristiwa yang dianggap dapat dipakai sebagai tonggak perkembangan perencanaan kota modern di Indonesia, adalah:

Revolusi Industri di Eropa. Hal ini secara tidak langsung memberikan dua pengaruh penting. Pertama, peningkatan kebutuhan bahan mentah, menyebabkan timbulnya kota-kota adininistratur di Indonesia. Kedua, berkemhangnya konsep-konsep perencaan kota modern yang tercetus sebagai tanggapan atas revolusi industri Misalnya konsep “Garden City oleh Ebeneser Howard. Kesemuanya ini juga mempengaruhi Karsten dalam berkarya Indonesia .Politik kulturstelsel menyebabkan berkembangnya perkebunan tanaman keras, dan pula dianggap sebagal awal berkembangnya wilayah pertanian dan kota-kota administratur perkebunan Politik Etis (Etische Politiek). Politik mempunyai dampak bagi perkembangan perencanaan kota di Indonesia, dengan dikembangkannya perbaikan kampung kota (1934) Pengembangan Pranata dan Konstitusi Baru. Terbitnya UU Desentralisasi Decentralisatie Besluit Indisehe Staatblad tahun 1905/137, yang mendasari terbentuknya sistem kotapraja (Staadgemeente) yang bersifat otonom. Hal ini memacu perkembangan konsepsi perencanaan kota kolonial modern, khususnya Garden City atau Tuinstad". Pada pelaksanaan poin 4 (empat) yaitu politik dosentralisasi yang memberikan otoritas kepada daerah dalam pengembangannya, kota-kota mulai berkembang pesat, salah satu penyebabnya adalah tumbuh dan berkembangnya perkebunan dan industrialisasi. Akibatnya, penduduk terlalu padat, keadaan kota semakin buruk, terutama dalam hal sanitasi dan pengadaan air minum. Dalam situasi seperti ini Karsten diangkat manjadi penasihal otoritas 1okal untuk perencanaan kota Semarang, bekerja sama dengan jawatan pekerjaan umum Selain dari pada itu Karsten manjadi bagian dalam kelompok orang-orang Belanda pendukung kemerdekaan untuk Indonesia Karsten sangat memperhatikan kebudayaan penduduk asli, terutama pada arsitektur dan tata ruang Kota Sebagai penasehat, Karsten menyusun suatu paket lengkap untuk perencanaan berbagai kota, dimana didalamnya terdiri dan perencanaan kota (town planning), rencana detail (detail plan) dan peraturan bangunan (building regulation). Di Jawa Karsten merencanakan sembilan dari sembilan belas kota-kota yang mendapat otoritas lokal. Kesembilan kota tersebut adalah Semarang, Bandung, Batavia (Jakarta), Magelang, Malang, Buitenzorg (Bogor), Madiun Cirebon, Meester (Jatinegara), Yogya, Surakarta, dan Purwokerto.

Dalam kiprahnya di Semarang, Karsten menerapkan prinsip perencanaan kola, penzoningan, tingkatan/hirarki jalan-jalan seperti di Eropa. Perencanaannya juga mengacu perencanam pemerintah kota sebelum Karsten datang. Pengaruh Karsten dalam pengembangan kota adalah dengan adanya pembagian lingkungan yang tidak lagi berdasarkan suku, tetapi kelas ekonorni, yaitu tinggi, menengah dan rendah. Dalam perencanaan daerah Candi, Semarang, pengaruh gaya Eropa cukup dorninan terutama konsep "garden city". Hal ini terlihat dengan adanya taman umum dan halaman pada setiap rumah. Untuk perletakan rumah, taman umum dan ruang terbuka, Karsten sejauh mungkin mengikuti keadaan topografi, kemiringan-kemiringan dan belokan-belokan yang ada. Pembagian tanah dan arah jalan yang hanya terdiri dan dua kategori (utama dan sekunder), selain mengikuti keadaan tanah juga dibuat sedemikian rupa sehingga rumah-rumah dan taman-taman umum dapat memiliki pemandangan indah ke laut sebelah utara.

Bagaimana halnya dengan kiprah Karsten di dalam perercanaan dan perancangan bangunan?. Beberapa bangunan yang telah mewarnai arsitetur kota, khususnya kota Semarang adalah gedung SMN (Stoomvart Nederland), sebuah perusahaan pelayaran kolonial, yang dibangun di kawaaan pusat kota - waktu itu den - tahun 1930. Gedung kantor perusahaan kereta api (dahulu benama Zuztermaatschapijen, kemudian, Joana Stroorntraam-Maatchappiej) di jalan MH Thamrin Semarang juga hasil rancangannya. Selain bangunan kantor Karsten juga dalam kerja samanya dengan pernerintah kota, membangun banyak pasar dan museum. Pasar hasil karyanya adalah pasar Jatingaleh (1930), pasas Johar (1933), Pasar Sentral (1936) di Semarang; dan, pasar Ilir di Palembang. Sedangkan museum Sonobudoyo di kompleks kraton Yogyakarta. Karsten juga pernah diserahi tanggungjawab untuk perluasan dan modifikasi kraton Mangukunegoro ke VII di Surakarta (1917-20).

Gedung Zuztermaatschapijen sudah lebih adaptif dengan arsitektur lokal, yaitu arsitektur joglo. Untuk menyelesaikan masalah sirkulasi udara Karsten banyak membuat bukaan (pintu , jendela maupun lubang ventilasi) yang lebarnya sama dengan jarak antar trave-nya Pembukan ini dipadu dengan tinggi plafon yang sangat tinggi (5.44 M untuk ruang-ruang di pinggir, dan l0.44 pada ruang-ruang di tengah).
Perbedaan ketinggian ini sekaligus dimanfaatkan untuk pencahayaan. Untuk jenis bangunan pasar, tiga buah pasar yang ada di Semarang mempunyai keminpan arsitektur antara satu dengan lainnya, sedangkan sebuah lagi di Palembang berbeda.
Pasar Johar merupakan pasar termodern dan terbesar di Indonesia pada waktu itu, letaknya tepat disamping alun-alun Semarang yang merupakan pusat kota pada saat itu (sekarang alun-alun ini sudah tidak ada lagi). Dari segi struktur dikatakan modern karena strukur yang diterapkan di pasar Johar ini adalah terbaru di Indonesia, bahkan di dunia.
Struktur tersebut adalah struktur jamur (mushroom). Arsitek kaliber dunia Frank Lloyd Wright memakai struktur ini untuk karyanya - Johnson Waz Building di Wisconsin (1936). Bedanya, jika Karsten memakai penampang kolom maupun bagian atasnya berbentuk segi delapan maka Frank L.Wright memakai penampang bentuk lingkaran.

Pada masa itu, Karsten berhadapan dengan masalah sdm, terutama skill para ahli teknik. Karsten menginginkan peningkatan dalam pendidikan ahli telnik. Atas inisiatif suatu komite teknik, Karsten mengambil bagian dalam kuliah perencanaan kota di ITB Bandung. Akan tetapi karena invasi Jepang Karsten hanya bertugas sebagai profesor selama enam bulan saja. Pada saat Jepang masuk Indonesia tahun 1945, Karsten meninggal dalam interniran Jepang di Cimahi(ET).


Tempatkan Ventilasi Udara pada Bagian Atas Dinding



Ruang menjadi nyaman kalau aliran udaranya lancar. Kecepatan alirannya pun mesti semilir, biar orang nggak masuk angin.
Udara bergerak setiap saat dan mengalir dengan sendirinya. Di dalam rumah, kecepatan angin terasa nikmat jika mengalir pada kecepatan 0,1 - 0,15m/detik. Kecepatan angin lebih rendah membuat udara terasa tidak mengalir sehingga kondisi di ruangan panas dan pengap. Sebaliknya jika aliran udara lebih besar dari ketentuan. Ini akan membuat orang masuk angin.
Jika ingin udara ideal mengalir lancar, kita mesti mengetahui dari mana arah angin yang paling sering menerpa rumah. Dari sini kita dapat menentukan posisi bukaan dan taman sebagai jalan masuk udara.
Untuk mengakali agar angin masuk ke dalam bangunan, salah satunya, dengan memodifikasi temperatur di lingkungan rumah. Tujuannya untuk memancing angin bergerak ke arah bangunan.
Modifikasi dapat dilakukan dengan cara menanam pohon rindang di salah satu sisi dekat bangunan. Fungsinya untuk menyaring dan mendinginkan udara yang mengalir menuju rumah. Lokasi pohon sebaiknya memotong aliran angin yang langsung menerpa bangunan.
Begitu memasuki kaveling rumah, angin biasanya bergerak horizontal. Angin dari luar mengalir ke dalam melalui bukaan-bukaan. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah di mana dan bagaimana menempatkan bukaan-bukaan itu? Bukaan itu, antara lain berupa jendela, lubang angin, pintu, skylight, serta lubang di atap dan plafon.
Jendela sebaiknya ditempatkan saling berhadapan, sehingga arus udara dapat mengalir ke seluruh ruangan. Ini agar arus angin dapat leluasa menjelajahi ruangan tanpa banyak halangan atau belokan. Kecepatannya pun maksimal. Di samping bukaan jendela, yang mendukung kecepatan aliran udara adalah lubang-lubang ventilasi.
Aliran udara ternyata juga ada yang bergerak vertikal. Ini karena bagian atas rumah cenderung lebih panas dari bagian bawah disebabkan pergerakan udara panas ke atas dan pemanasan bangunan oleh sinar matahari. Agar udara panas ini dapat keluar, tempatkan lubang angin di bagian atas rumah. Dengan demikian, udara panas bisa terbuang digantikan udara yang lebih dingin dari bagian bawah rumah. Penempatan lubang angin di atas ini cocok untuk rumah mungil dan rumah berlantai dua atau lebih.
Source : http://www.ideaonline.co.id/iDEA/Tips/Aplikasi/Tempatkan-Ventilasi-Udara-pada-Bagian-Atas-Dinding 

Jumat, 29 Mei 2015

Siasati Kamar Tidur Anda Agar Terkesan Luas

Kamar adalah suatu ruangan yang bersifat privasi. Kamar digunakan untuk kegiatan untuk beristirahat setelah berkegiatan diluar rumah dan kegiatan yang bersifat privasi. Maka dari itu kamar harus ditata dengan baik supaya dapat merilekskan diri kita. Berikut ada beberapa tips menyiasati kamar tidur Anda agar terkesan luas.

1. Pilih Furniture yang Multifungsi



Kamar kecil kamu akan terlihat semakin sempit bila dipenuhi dengan furniture – furniture rumahan Toppers. Untuk menyiasatinya, lebih baik kamu memilih furniture yang multifungsi. Seperti lemari pakaian dan meja belajar sekaligus atau tempat tidur dan sofa. Furniture serbaguna semacam itu bisa menghemat penggunaan ruang di dalam kamar kamu. Hindari juga meletakkan barang – barang yang sekiranya tidak penting ya Toppers untuk memberi space di dalam kamarmu.

2. Warna Cat Kamar yang Netral



Toped saranin untuk tidak menggunakan warna – warna terang untuk dinding di kamar mungilmu. Jalan pintasnya, pilih cat dinding dengan warna netral seperti krem atau abu – abu. Karena warna – warna dengan nuansa lembut tersebut akan membuat kamar kamu terlihat lebih luas. Sebaliknya, hindari warna terang atau gelap yang membuat kamar kamu semakin terlihat sempit.

3. Pola Tempat Tidur



Ternyata pemilihan pola tempat tidur juga mempengaruhi lho Toppers! Kamu bisa memilih tempat tidur dengan cetakan pola di atasnya yang dikombinasikan dengan kain berwarna polos. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kesan ramai yang justru membuat kamar terlihat semakin kecil. Jika kamu memilih tempat tidur yang dipenuhi dengan pola – pola akan membuat kamar tidurmu semakin sempit Toppers. Sebaliknya, jika kamu hanya memilih kain berwarna polos akan membuat kamar terlihat datar. Untuk itu, kombinasi keduanya merupakan pemilihan yang tepat untuk mempercantik kamar mungilmu.

4. Hiasi dengan Hiasan Dinding



Jangan biarkan dinding di kamar kamu kosong dan polos Toppers. Pastinya suasana cozy kurang terasa dong kalau yang kita lihat cuma dinding polos. Untuk itu, hiasi dinding – dinding tersebut dengan hiasan dinding. Karena hiasan dinding tidak akan mempengaruhi luas kamarmu. Jadi kamu ga perlu khawatir. Hehe. Kamu bisa hiasi dinding kamarmu dengan lukisan, poster idola atau foto narsis kamu.

5. Gunakan Lampu Dinding



Nah, lampu juga merupakan salah satu benda dalam kamar yang tidak boleh terlewatkan. Buat kamar minimalis kamu, lampu dinding merupakan pilihan yang tepat Toppers. Lampu dinding ini akan memberikan kesan mewah selain itu, penggunaan lampu dinding ini akan menghemat penggunaan ruang di dalam kamarmu. Kamu bisa memilih beragam model lampu dinding yang sesuai dengan tema kamar mungilmu.
6. Manfaatkan Cermin



Mau membuat ilusi agar kamar kamu terlihat luas? Gunakan saja cermin atau benda reflektif yang biasanya terbuat dari kaca. Karena benda – benda tersebut dapat memantulkan cahaya yang diterima, sehingga membuat kamar kamu terlihat lebih terang dan lega. Cermin juga berperan penting untuk menambah kesan luas pada kamar yang memiliki ukuran kecil atau sempit. Selain cermin, kamu juga bisa lho memilih benda – benda hiasan lain yang terbuat dari kaca.

Source :  https://blog.tokopedia.com/2015/04/ini-dia-cara-tepat-menyiasati-kamar-tidurmu-yang-minimalis/

Tips Menyulap Ruang Agar Kesan Luas

Memiliki rumah yang sempit bukan berarti bisa menjadi penghambat kamu untuk bereksplorasi dan membuat rumah kamu tampak lebih luas dan mewah. Kamu justru bisa menjadikan hal tersebut sebagai tantangan untuk lebih berkreasi dalam menata ruangan-ruangan yang sempit di rumahmu. Untuk memberi kesan lebih luas dan mewah, tentunya dibutuhkan desain dan penataan yang tepat, mulai dari pemilihan furniture, warna cat, pajangan dan sebagainya. Berikut sedikit tips menyulap ruang agar kesan luas.

1. Pemilihan furniture

Pilihlah meja, sofa dan kursi dengan desain yang ramping dan sleek, dalam artian tidak memiliki terlalu banyak ornamen, detail dan ukiran. Furniture dengan tampilan yang sederhana akan membuat ruangan terlihat lebih luas dan menyisakan ruang untuk meletakkan benda lain di atasnya. Furniture bertema klasik juga sangat cocok untuk rumah yang minimalis. Biasanya furniture klasik terbuat dari bahan metal, dimana bahan ini akan membuat ruangan yang kecil terkesan lebih luas.

Terlalu banyak furniture juga akan membuat rumah kamu terlihat semakin penuh dan sempit, serta membuat ruang gerak menjadi terbatas. Oleh karena itu, pilihlah furniture yang benar-benar terpakai dan mana yang tidak. Untuk furniture yang tidak terpakai, kamu bisa menyimpannya digudang atau bisa dijual kembali. Dengan begitu, ruangan-ruangan di rumahmu akan terlihat lebih lapang dan lebar.

2. Warna

Kamu bisa menciptakan kesan lebih lega dan luas pada ruangan rumahmu dengan pemilihan warna yang tepat serta kesesuaian antara warna cat dinding dengan warna furniture. Pilihlah warna cat yang ringan dan netral seperti putih, kuning gading, krim yang bisa dicocokkan dengan semua warna. Dengan begitu, kamu bisa lebih bebas dalam memilih warna furniture.

3. Memasang wallpaper

Rumah yang sempit bukan berarti tidak bisa terlihat seperti rumah mewah. Pemasangan wallpaper akan membuat rumah kamu yang sederhana terkesan lebih mewah. Wallpaper dengan warna cerah dan corak yang sederhana seperti dedaunan dan garis-garis mendatar merupakan pilihan tepat untuk menghiasi dinding rumah dengan keterbatasan luas ruangan. Hindari wallpaper dengan motif yang besar dan penuh karena hanya akan membuat ruangan terlihat semakin sempit.

4. Karpet tanpa corak

Jika kamu ingin melapisi lantai rumah dengan menggunakan karpet, sebaiknya pilih karpet tanpa corak dan dengan warna-warna yang solid seperti hitam. Hal tersebut akan membuat lantai dan ruangan rumah terkesan lebih lapang dan luas.

5. Pemilihan aksesoris

Memang tidak ada salah untuk menambahkan hiasan-hiasan untuk mempercantik tampilan ruangan. Namun untuk rumah berukuran sempit, kamu harus pintar dalam memilih aksesoris yang akan kamu pajang. Usahakan jangan terlalu banyak menambahkan hiasan dan hindari hiasan dengan terlalu banyak detail. Misalnya saat ingin memajang lukisan, pilihlah lukisan dengan frame yang sederhana dan polos, tanpa adanya ukiran.

Penambahan lampu hias dan bunga hidup pada ruangan yang sempit juga dapat memberi kesan lebih hidup dan lega. Bunga akan memberi kesan segar pada ruangan dan paling tepat diletakkan di sudut-sudut ruangan agar tidak membatasi ruang gerak. Sementara untuk lampu hias, pilihlah lampu yang memancarkan sinar warna putih. Sinar putih tersebut akan memberi kesan anggun dan damai pada ruangan-ruangan di rumah kamu.

6. Hindari penggunaan sekat

Penggunaan sekat sebagai pemisah antar ruangan hanya akan memberikan kesan semakin sempit. Jika perlu untuk menggunakan sekat, pilihlah sekat yang tidak bersifat permanen agar bisa disingkirkan kapanpun. Namun sebaiknya kam mengurangi penggunaan sekat jika tidak diperlukan. Dengan rumah yang sempit, antara ruang tamu dengan ruang keluarga tidak perlu diberi sekat, karena pada dasarnya fungsi kedua ruangan tersebut adalah sebagai tempat berkumpul dan berbincang-bincang. Hal yang sama berlaku pula antara dapur dengan ruang makan.

7. Rak dinding atau bertingkat
Daripada menggunakan lemari biasa untuk menyimpan benda-benda seperti pajangan, tas dan buku, lebih baik gunakan rak dinding atau rak bertingkat. Kedua jenis rak tersebut tertentunya tidak memakan banyak space seperti lemari. Selain menghemat pengguaan ruangan, rak dinding dan rak bertingkat cenderung lebih mudah dipindahkan sehingga kamu bisa dengan mudah memindahkannya saat diperlukan.

8. Penambahan cermin

Penambahan cermin berukuran besar akan memberi efek lebih luas pada ruangan rumah kamu yang sempit. Dengan adanya pantulan dari cermin, ruangan akan terlihat seolah-olah dua kali lebih besar dari yang sebenarnya. Kamu bisa menambahkan cermin di seluruh ruangan rumah, mulai dari ruang tamu, ruang keluarga hingga ruang tidur.

Source : https://blog.tokopedia.com/2014/09/8-tips-ini-akan-menyulap-rumah-sempit-kamu-jadi-lebih-luas/

Jumat, 15 Mei 2015

Konsep SPA2 Rumah Tinggal Sederhana Ramah Lingkungan


A.    KONSEP

v  TOR
Mendesain rumah tinggal konsep ramah lingkungan yang menjadi daya tarik pada klien yang menginginkan konsep ramah lingkungan serta memaksimalkan fungsi ruang bagi penghuni yang menempati ruang tersebut.

v  STATEMENT
·PENGERTIAN
Rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal yang layak huni serta menjadi aset bagi pemiliknya.
Ramah lingkungan adalah suatu program yang tidak menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar, juga bertujuan melestarikan lingkungan, agar bumi kita lestrai tetap bersih, rapih, indah dan nyaman.
Rumah ramah lingkungan menerapkan konsep rumah yang hemat energi,. Dengan memanfaatkan penghawaan dan pencahayaan alami.

·LATAR BELAKANG
Rumah tinggal yang tidak hanya sebagai tempat tinggal sehari-hari, tetapi juga digunakan sebagai tempat untuk bersama-sama dengan keluarga.

·TUJUAN
Menciptakan rumah tinggal yang didalamnya terdapat ruang untuk kegiatan sehari-hari bersama anggota keluarga dengan konsep ramah lingkungan.

·BATASAN
- Luas site maksimal 252 m2
- KDB 60%
- RTH 40%
- GSJ 6 m
- Penghuni tetap 4 orang dan 1orang pembantu ikut tinggal.

·ANGGAPAN
Site siap untuk didirikan bangunan rumah tiinggal yang memiliki karakter ramah lingkungan yang mampu memenuhi kebutuhan penghuni.


B.     AKTIVITAS DAN KEBUTUHAN RUANG


C.     PERSYARATAN RUANG

     Keterangan
√√√          = sangat membutuhkan
√√             = membutuhkan
√               = kurang membutuhkan


D.     POLA HUBUNGAN RUANG



E.     ANALISIS SITE
- Analisa



- Zoning akhir



F.      PENDEKATAN DESAIN
v  BUKAAN (JENDELA)
Elemen dari suatu bangunan yang berfungsi untuk memasukkan cahaya alami dan sirkulasi udara dari dalam dan luar bangunan. Banyaknya bukaan (jendela) dapat meminimalisir penggunaan pencahayaan dan penghawaan buatan, ini adalah salah satu cara penghematan energi. Dan saat ini, manfaat jendela tidak sebatas aspek fungsional seperti telah disebutkan di atas, jendela sebuah bangunan, terutama rumah tinggal, juga berpengaruh besar terhadap aspek estetika dan prestige sebuah rumah.

v  ROSTER
Roster merupakan salah satu partisi/material bangunan untuk sirkulasi udara di ruangan. Roster ini biasanya dipasang diatas pintu atau jendela, bukan hanya untuk sirkulasi udara saja tetapi roster juga dapat memperindah bangunan. Penggunaan roster juga dapat meminimalisir penggunaan pendingin ruangan, karena dengan dipasangnya roster udara dapat mengalir dengan lancar dengan memanfaatkan penghawaan alami yang ada. Roster juga dapat digunakan sebagai dekorasi atau penyekat ruangan supaya tidak terlihat massif dan terlihat lebih indah.

v  GRASSBLOCK
Grassblock adalah sebuah blok yang diperkenalkan sangat awal didalam permainan ini. Blok ini menggunakan 4 tekstur: tesktur berwarna abu-abu untuk bagian atas yang kemudian diwarnai menjadi warna yang benar tergantung bioma apa tempat blok tersebut berada, tekstur yang diambil dari tekstur tanah untuk bagian bawah, tekstur tanah yang diubah dengan rumput diatasnya di semua sisinya, dan tekstur abu-abu yang sesuai dengan bentuk rumput di sisi blok, yang kemudian diwarnai menjadi warna bioma.

v  BIOPORI

Biopori adalah lubang sedalam 80-100cm dengan diameter 10-30 cm, dimaksudkan sebagi lubang resapan untuk menampung air hujan dan meresapkannya kembali ke tanah. Biopori memperbesar daya tampung tanah terhadap air hujan, mengurangi genangan air, yang selanjutnya mengurangi limpahan air hujan turun ke sungai. Dengan demikian, mengurangi juga aliran dan volume air sungai ke tempat yang lebih rendah.

v  VERTICAL GARDEN
Vertical Garden (Vega) adalah sebuah alternatif baru bagi siapa saya yang ingin memiliki taman tetapi tidak memiliki lahan yang luas. Vertical Garden dikenal juga dengan beberapa istilah seperti taman tegak, green wall, taman vertical dan lain-lain.  Vertical Garden adalah konsep taman tegak, yaitu tanaman dan elemen taman lainnya yang diatur sedemikian rupa dalam sebuah bidang tegak. 

Ruang hijau sangat diperlukan untuk keseimbangan kehidupan manusia.  Ironisnya, di kota-kota besar, lahan terbuka hijau makin sempit.  Perumahan-perumahan di kota besar juga menyisakan lahan terbuka hijau yang sangat terbatas.  Terbatasnya lahan yang dapat digunakan untuk menanam tanaman, menjadi kendala serius dan harus dicari jalan agar rumah hunian tetap dapat memiliki taman yang cukup.  Ruang hijau tidak hanya dibutuhkan untuk resapan air serta keindahan semata.  Tanaman juga memiliki fungsi untuk memperbaiki struktur udara di perkotaan. Tanaman hidup dapat mengurangi dampak polusi udara dan sebagai sumber oksigen bagi kehidupan manusia.

Salah satu cara menanam tanaman dalam jumlah yang cukup, walaupun ruang yang ada sangat terbatas, adalah dengan konsep taman vertikal atau vertical garden (Vega).  Vega adalah konsep taman tegak, yaitu tanaman dan elemen taman lainnya yang diatur sedemikian rupa dalam sebuah bidang tegak.  Dengan konsep ini, ruang tanam/space bisa jauh lebih besar dibanding dengan taman konvensional, bahkan jumlah tanaman yang dapat ditanam bisa beberapa kali lipat, sehingga dapat menambah ruang hijau secara sangat signifikan.  Vega dapat diaplikasikan di berbagai bangunan (out door maupun indoor), pagar, carport, serta dinding-dinding pembatas lainnya, sehingga terlihat lebih indah dan tidak monoton berupa dinding yang keras, tapi lebih terkesan alami, bahkan dapat menyerupai lukisan yang sangat artistik

v  KUSEN UPVC
UPVC adalah kependekan dari Unplasticized Poly Vinyl Chloride yang memiliki komposisi material 85% PVC dan 15% adalah stabilizers + Modifier + filler +color pigments, + titanium di Oxide, yang akan membuat komposisi UPVC menjadi komposisi dan tahan terhadap perubahan cuaca.

UPVC atau Unplasticised Polivinyl Chloride adalah sejenis thermoplastic yang berasal dari unsur garam dan minyak bumi. Bahan ini yang pada dasarnya tahan terhadap berbagai kondisi cuaca dan zat kimia. UPVC dikembangkan dengan penambahan beberapa pendukung untuk kekuatan struktur (steel reinforcement) dan ramah lingkungan sehingga menjadikan bahan tersebut optimal dipakai sebagai bahan pengganti kayu, alumunium, dan besi untuk membuat kusen pintu dan jendela.

Selain kuat dan bermutu, UPVC juga ramah lingkungan, sehingga banyak negara-negara maju telah memanfaatkan material UPVC untuk  dipergunakan sebagai salah satu bahan bangunan pengganti kusen pintu, jendela dan atap.

Masyarakat yang belum mengenal UPVC mungkin akan memandang bahwa harga satu  kusen pintu atau jendela  UPVC lebih mahal dibandingkan dengan  harga satu kusen pintu dan jendela dari bahan alumunium atau kayu. Tetapi dengan berbagai keuntungan yang didapatkan dari pemakaian kusen pintu dan jendela UPVC, tentu kita akan mendapatkan nilai dan keuntungan yang sebanding, bahkan berlipat. Apalagi kusen pintu dan jendela pada umumnya dipasang untuk digunakan dalam  jangka waktu yang panjang, maka penggunaan kusen pintu dan jendela UPVC adalah suatu investasi yang sangat tepat.

UPVC ditemukan pertama kali di Jerman pada tahun 1960 dan sampai saat ini sudah menjadi favorit dalam pembuatan bangunan. hampir 90% bangunan di Jerman telah menggunakan komponen UPVC terutama untuk kusen pintu dan jendela, yang menggantikan kayu juga alumunium.

Kelebihan UPVC dibanding kayu, sudah jelas, tidak merusak lingkungan dalam arti, merusak populasi pohon, juga tahan terhadap rayap, dan bebas dari perawatan. Kelebihan UPVC dibanding kusen alumunium, lebih tahan terhadap cuaca, dan tidak keropos, UPVC tidak memuai atau menyusut dan lebih lentur, sehingga tetap kuat walaupun dipukul.

v  BETON RINGAN
Teknologi material bahan bangunan berkembang terus, salah satunya beton ringan aerasi (Aerated Lightweight Concrete/ALC) atau sering disebut juga (Autoclaved Aerated Concrete/ AAC). Sebutan lainnya Autoclaved Concrete, Cellular Concrete, Porous Concrete, di Inggris disebut Aircrete and Thermalite.

Beton ringan AAC ini pertama kali dikembangkan di Swedia pada tahun 1923 sebagai alternatif material bangunan untuk mengurangi penggundulan hutan. Beton ringan AAC ini kemudian dikembangkan lagi oleh Joseph Hebel di Jerman di tahun 1943. Hasilnya, beton ringan aerasi ini dianggap sempurna, termasuk material bangunan yang ramah lingkungan, karena dibuat dari sumber daya alam yang berlimpah. Sifatnya kuat, tahan lama, mudah dibentuk, efisien, dan berdaya guna tinggi.




Jumat, 08 Mei 2015

Eliel Saarinen

Eliel Saarinen arsitek


Eliel Saarinen (1873-1950), seorang arsitek Finlandia mapan dan desainer yang menetap di Amerika Serikat pada tahun 1922, adalah nenek moyang dari modernisme Amerika dibangun pada interaksi antara seni, arsitektur, alam dan ilmu pengetahuan. Saarinen memiliki kemampuan unik untuk bekerja seolah-olah dia sedang menyesuaikan desain agar sesuai budaya. Dia bisa memanipulasi bakat tangguh dan filosofi yang luas untuk menciptakan ruang yang dikombinasikan tradisi dan inovasi dengan cara yang tampaknya tak terkira tepat untuk kali. Program pascasarjana perintis di Cranbrook Academy of Art di Bloomfield Hills, Michigan memungkinkan dia untuk memiliki dampak luas pada generasi yang muncul dari desainer. Sekolah menarik, antara lain, Charles dan Ray Eames, Harry Bertoia, Florence Schust (Knoll) dan anak Saarinen sendiri Eero, semuanya memiliki tangan dalam membentuk cakrawala pascaperang dan interiorsin negara ini.
Saarinen belajar melukis dan arsitektur di Universitas Helsinki dan mendirikan praktek arsitektur di tahun terakhir sekolah dengan teman sekelas Herman Gesellius dan Armas Lindgren. Mereka menciptakan paviliun Finlandia untuk tahun 1900 Pameran Dunia di Paris dan, bekerja dalam gaya romantis nasional Skandinavia, Museum Nasional Finlandia di Helsinki. Mereka juga dirancang Saarinen rumah sendiri di dekat Helsinki, sekitar tahun 1901, dan stasiun kereta api Helsinki, sekitar 1906. Untuk masing-masing komisi tersebut Saarinen juga akan merancang furnitur dan kadang-kadang bahkan karpet. Beberapa potongan yang paling terkenal dari periode ini adalah "Hannes" kursi dari 1908 dengan mahoni tatahan dekoratif, dan 1910 "White" kursi. Pada tahun 1922 Saarinen menerima rejeki nomplok kecil uang untuk masuk pemenang hadiah kedua untuk kontes untuk merancang Chicago Tribune Tower dan ia pindah ke Amerika bersama istrinya Loja, atextile desainer dan adik pasangannya Gesellius, dan Eero.
Dengan 1926 Saarinens dipasang di Cranbrook, merancang bangunan, furniture, tekstil dan bahkan perak untuk subdivisi muncul dari sekolah. Saarinen mulai memamerkan karyanya secara nasional, menunjukkan ruang makan ditetapkan pada 1929 Pameran Arsitektur & Industrial Art di Metropolitan Museum of Art dan "Room untuk Lady" yang dirancang dengan Loja untuk 1934 acara. Seluruh keluarga dipamerkan pekerjaan di Detroit Institute of Arts pada tahun 1932. Dari pertengahan tahun 1930-an pada dia juga menjalankan praktek arsitektur yang independen dengan Eero, terbaik-knowncollaboration mereka menjadi General Motors Technical Center di Michigan sekitar 1.950.
Program pascasarjana di Cranbrook diperkenalkan pada tahun 1928. Siswa dan rekan bekerja bersama-sama pada proyek-proyek mendalami ide-ide dari gerakan Seni dan Kerajinan, menyentuh dengan kecenderungan dekoratif Art Deco, dan melalui semua yang gaya modern muncul. Saarinen mengajarkan pentingnya mendekati pekerjaan dengan ide dalam pikiran bahwa, "jika bentuk yang ada, hal ini kurang penting jika kita menggunakan tangan manusia atau mesin. Keduanya diperlukan." Dia dirancang furnitur untuk studio dan Loja ini seperti "Blue Series" dari kursi dipernis, sofa dan meja dan, untuk ruang makan, sederhana, tinggi didukung "Side Chair," baik dari 1929. karir aktif Nya didorong oleh keyakinan energik itu, "selama manusia dipaksa untuk menemukan caranya sendiri, pikirannya pasti temu."

Source : http://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=http://www.r-and-company.com/biography_detail.cfm%3Fdesigner_id%3D99&prev=search 

Kamis, 07 Mei 2015

Architect : Eliel Saarinen

Eliel Saarinen architect



The 50-year career of Eliel Saarinen (1873-1950) can be divided into two parts. Practicing in Finland for 25 years, he first established an international reputation based on his "National Romantic" and Jugendstill-inspired architecture. The second phase of Eliel Saarinen's career began when he emigrated to the United States in 1923, after placing second the 1922 Chicago Tribune Tower competition. While practicing in the United States, Eliel Saarinen also assumed the role of educator, first at the University of Michigan and then at the Cranbrook Academy of Art. Eliel Saarinen not only designed the Cranbrook complex but, under his stewardship, it became one of the most influential design schools in the nation.
Gottlieb Eliel Saarinen was born in Rantisalmi, Finland, in 1873. A portion of Eliel Saarinen's childhood was spent in the Russian region of Ingermanland near St. Petersburg, a result of his father being in the clergy. The proximity of St. Petersburg provided the young Eliel Saarinen with an urban experience unequaled in more provincial Finland and also gave him access to The Hermitage. Eliel Saarinen initially intended to be a painter, a desire that he acknowledged was stimulated by visits to the museum. After graduating from high school in 1893, Eliel Saarinen enrolled in the Department of Architecture at the Technical Institute in Helsinki, simultaneously taking drawing courses at Helsinki University. While at the Institute, Eliel Saarinen formed friendships with Herman Gesellius and Armas Lindgren; the three formed an architectural partnership in 1896, a year before Eliel Saarinen graduated. The Gesellius, Lindgren and Eliel Saarinen office lasted until 1905, when Lindgren left the partnership; Gesellius and Eliel Saarinen continued to practice together for two additional years. Eliel Saarinen married Gesellius's sister Louise (Loja) in 1904 (his second marriage); they had two children, a daughter Eva-Lisa (Pipsan) and a son Eero.

Source : http://architect.architecture.sk/eliel-saarinen-architect/eliel-saarinen-architect.php

Sabtu, 25 April 2015

Motif Ukiran Tradisional




Seni ukir adalah cabang dari seni rupa terapan yang mempunyai keindahan khaslengkungan-lengkungannya yang diadaptasi dari bentuk alam sekitar (tumbuhan, hewan, ataupun manusia) dan dikemas ke dalam design-design imajinatif berdimensi dua, yang saling berkesinambungan dari ruas ke ruas. Beberapa diantaranya, seni ukir juga diterapkan ke dalam semi tiga dimensi ataupun tiga dimensi.

Design-design seni ukir diterapkan dengan menggunakan alat pengukir dari besi atau baja yang memeiliki bentuk tertentu sesuai kebutuhan design itu sendiri. Semakin kecil lengkungan design, semakin kecil pula lengkungan alat pengukir yang dipakai. Tak jarang para seniman ukir membuat tingkat kedalaman ukiran yang berbeda dari ruas satu ke ruas yang lain, yang menjadikan alatnya semakin beraneka macam jenisnya.
 

Mayoritas bahan yang digunakan untuk mengukir adalah kayu, tetapi tidak menutup kemungkinan para seniman ukir juga menggunakan bahan plastik, karet, perunggu, perak, timah,batu, dll; mengingat masih kentalnya budaya Indonesia yang turun temurun dari nenek moyang dan semakin modernnya era seni beserta penikmatnya di Nusantara.

Dari beberapa daerah di Indonesia, khususnya di pulau jawa, setiap daerah mempunya corak/motif ukir yang berbeda-beda. Beberapa diantaranya yang terkenal adalah adalah motif ukir Majapahit, Bali, Jepara, Pekalongan, Mataram, dan Surakarta. Berikut keterangan lebih detialnya:

1. Motif Ukir Majapahit



Motif ukir Majapahit terkenal dengan bentuk buah nanas sebagai pusatnya di tengah-tengah ukir-ukiran daun-daunnya.Nanas disini berbentuk bulatan dan cembung. Sementara daun-daunnya berukuran besar, berbentuk seperti tanda tanya melingkar, meliliki renda-renda kecil seperti batik di pinggirnya.
Motif Majapahit bisa dikatakan motif yang paling tua dan rumit untuk pengukirannya. 
Motif ini banyak ditemui pada bekas-bekas potongan batu dan kayu sisa peninggalan nenek moyang pada era kerajaan Majapahit. Motif Majapahit diketemukan oleh Ir. H. Maclaine Pont, seorang pejabat pada Museum Trowulan dan juga dapat dilihat pada tiang Pendopo Masjid Demak. Menurut sejarah tiang tersebut merupakan benda peninggalan kerajaan Majapahit yang dibawa oleh R. patah.

2. Motif Ukir Bali


Motif Bali hampir sama dengan Ragam Hias Majapahit dan Pajajaran. Bedanya terletak pada ujung daunnya dihiasi dengan sehelai patran. Jadi daun melingkar besar kecil, bulat cekung, pecahan, ada pula daun yang runcing. Ragam Hias bali oleh orang Bali dinamakan Patre Punggel. Ragam ini dapat dilihat di pura sebagai hiasan pintu masuk. Juga di kota-kota besar yang sudah banyak didapatkan patung-patung Bali Klasik.

3. Motif Ukir Jepara


Motif Jepara lebih menonjolkan tangkainya yang panjang dan daunnya yang lancip. jarang sekali terdapat buah nanas seperti motif Majapahit, yang sering terdapat diantaranya adalah buah-buahan yang masih kecil. Motif Jepara dikembangkan oleh penduduk Jepara, untuk perhiasan rumah tangga. Peninggalan pertama yang masih dapat kita lihat yaitu hiasan ornamen yang ada di Makam Mantingan Jepara.


4. Motif Ukir Pekalongan

Motif Ukir Pekalongan mempunyai ciri khas daun semanggi yang banyak dan melingkar-lingkar, ataupun daun bunga matahari yang sedang kuncup dan mekar. Nilai plus dari motif ini adalah Tingkat kedalaman antar daun satu dengan yang lainnya yang berbeda-beda. Terkadang bagi para pemula yang ingin membuat ukiran motif ini sedikit kesulitan.



5. Motif Ukir Mataram

Motif mataram adalah motif yang dapat dikatakan berasal dari motif pakian wayang kulit. Motif ini menggambarkan pohon yang berdiri tegak menjulang dan lancip, serta diikuti dengan ranting besar melengkung, bahkan ukurannya lebih besar dari pohonnya. Kadang kala simetris, ada juga yang tidak beraturan rantingnya. Banyak juga yang ditambahkan daun-daunnya yang sedang akan berkembang di sisi kiri dan kanan.


6. Motif Ukir Surakarta


Dari gambar motif di samping, sudah dapat disimpulkan kalau tanaman tersebut adalah tanaman anggur. Itu ditandai dengan lengkungan seperti per di sela-sela daunnya. Daunnya yang khas lancip lebar, ada juga yang mengatup, menjadikan semakin indah motif Surakarta ini. Bunganya terlihat dari atas seprti malu pada matahari, sehingga terlihat layaknya menutupi dirinya.





Source : http://adjiekuswanto.blogspot.com/2014/01/motif-ukiran-tradisional-jawa.html

Jumat, 24 April 2015

Mengenal Seni Macrame



Macrame adalah bentuk seni kerajinan simpul-menyimpul dengan menggarap rantaian benang awal dan akhir suatu hasil tenunan, dengan membuat berbagai simpul pada rantai benang tersebut sehingga terbentuk aneka rumbai dan jumbai Dalam membuat makrame, ada beberapa teknik yang digunakan antara lain teknik pilin,simpul,anyam, atau rajut.
Hasil karya kerajinan makrame memiliki kesesuaian fungsi, kekuatan, dan keindahan yang berbeda-beda. Fungsi karya kerajinan dapat dilihat dari penggunan benda tersebut. Kekuatan dari karya kerajinan ditentukan dari kualitas bahan dasar yang digunakan. Apabila bahan dasar yang digunakan kuat maka kualitasnya akan bagus. Keindahan karya kerajinan makrame dapat dilihat dari model benda yang dibuat, corak, hiasan atau aksesoris dari benda tersebut.
Macramé diyakini berasal dari penenun Arab abad ke-13. Para pengrajin Macramé membuat simpul dari banyak benang sampai tepi kain dengan menggerak-gerakkan tangan hingga terbentuk anyaman benang yang dekoratif berupa handuk, syal, dan kerudung. Kata macramé berasal dari bahasa Arab migramah (مقرمة), diyakini berarti "handuk bergaris-garis", "hias pinggiran" atau "selubung bersulam." Setelah penaklukan Moorish, seni dibawa ke Spanyol, dan kemudian menyebar ke seluruh Eropa. Itu diperkenalkan ke Inggris pada masa Maria II of England pada akhir abad ke-17.
Para pelaut mengerjakan kerajinan macramé sambil berlayar dan dijual atau diperdagangkan ketika mereka mendarat, sehingga tersebarlah seni ini ke tempat-tempat seperti Cina dan belahan dunia lainnya. Abad kesembilan belas pelaut Inggris dan Amerika membuat tempat tidur gantung, bell fringe, dan ikat pinggang dan disebut rajutan kotak, karena banyak menggunakan simpul berbentuk kotak-kotak.
Macramé yang paling populer di zaman Victoria. Sylvia’s Book Macramé Lace (1882), menjadi favorit, menunjukkan kepada pembacanya bagaimana "mengerjakan banyak trimming dengan warna hitam dan warna pilihan, baik untuk dipakai di rumah, taman pesta, pantai, aksesories rumah-tangga dan lain-lain …"
Meskipun beberapa waktu kemudian kegemaran untuk macramé memudar, tapi populer kembali, untuk membuat hiasan dinding, bahan pakaian, seprai, celana pendek jean kecil, taplak meja, gorden, gantungan tanaman dan perabotan lainnya. 
Perhiasan Macramé menjadi populer di kalangan neo-hippie Amerika dan kerumunan grunge mulai pada awal 70-an. Yang sangat dominan menggunakan simpul persegi (square knot) dan simpul granny (mengenai jenis-jenis simpul akan diposting lain waktu). Jenis ini sering dipakai untuk membuat perhiasan tangan dengan manik-manik, kaca dan unsur-unsur alami seperti tulang dan kulit. Kalung, gelang tangan dan gelang kaki telah menjadi bentuk macramé yang populer.
Seiring berkembangnya zaman, maka penerapan seni macrame di aplikasikan dalam berbagai jenis barang sesuai keperluan kita. Seperti tas macrame (kadang disebut tas rajut karena motifnya mirip rajutan), dompet, ikat pinggang, bahkan sepatu, sandal, dll, juga telah mengadopsi macramé. Meskipun tidak disebut sebagai seni macramé (karena sebutan macramé belum begitu populer di Indonesia, macrame lebih identik dengan anyaman), tapi dilihat dari proses pengerjaannya, bisa dikategorikan sebagai macramé. Yang membedakan adalah bahan, bentuk, motif dan hasil kreasinya.

Konsep Rumah Tinggal Ramah Lingkungan SPA2





Rumah merupakan kebutuhan primer bagi setiap manusia. Rumah menjadi tempat terpenting didalam menjalani sebuah kehidupan. Bukan hanya sebagai tempat bernaung, rumah menjadi hal yang tidak terpisahkan dan berpengaruh pada kehidupan manusia.

Seiring berjalannya waktu, konsep arsitektur rumah terus berkembang memenuhi keinginan manusia. Konsep rumah zaman dahulu yang selalu identik dengan unsur mistik dan budaya banyak digantikan dengan rumah modern yang mengedepankan kebutuhan pada saat ini. Kita bandingkan saja konsep rumah adat, era 1900 an, tahun 60'  an, dan rumah-rumah pada saat ini. Maka akan terlihat konsep yang sangat kontras dari segi kebutuhan dan pemaknaan nilai sebuah bangunan rumah.

Pada saat ini banyak bangunan rumah yang mengedepankan konsep modernitas, namun mengurangi nilai penting sebuah rumah. Sebuah rumah haruslah menjadi tempat yang sehat untuk membesarkan anak-anak dan sesuai dengan kebutuhan kita. Selain itu rumah sebaiknya memenuhi kriteria ramah terhadap lingkungan. Konsep pembangunan rumah  ramah lingkungan akan menghasilkan rumah yang sehat.

Konsep Rumah Sehat
Rumah yang baik dibuat dengan memperhatikan berbagai komponen penting yang mempengaruhi sebuah rumah. Beberapa unsur penting seperti pencahayaan, tata ruang, konsep pintu, jendela, dan ventilasi, sumber air, konsep sanitasi (sampah, limbah rumah tangga, kamar mandi, WC) dll. harus diperhatikan untuk menciptakan rumah dengan kriteria sehat.

Jendela dan ventilasi adalah bagian yang sangat penting untuk menciptakan rumah yang sehat. Jendela dan ventilasi mengatur tata pencahayaan dan mengatur keluar masuknya udara. Arah datangnya cahaya matahari harus diperhatikan untuk mengatur panas dan cahaya yang masuk kedalam rumah. Ventilasi disesuaikan dengan ukuran ruangan yang ada. Semakin besar ukuran jendela dan ventilasi akan memperbesar penghilangan panas dan masuknya udara.


Pengaturan ruang juga menjadi hal pokok dalam pembuatan rumah sehat. Letak ruang tamu, kamar tidur, dapur, dan kamar mandi harus diperhatikan. Peletakan kamar mandi yang berdekatan dengan ruang makan harus dihindari. Jika tidak memungkinkan untuk meletakkan kamar mandi bersebrangan dengan ruang makan (karena areal lahan pembuatan rumah yang minim), maka pengaturan ventilasi kamar mandi harus dibuat sebaik mungkin. Sirkulasi udara harus langsung dari luar rumah artinya, ventilasi berbatasan dengan lingkungan luar rumah.

Pembuatan rumah yang sehat harus memperhatikan kondisi geografis areal yang akan dibuat rumah. ketersediaan air bersih harus diperhatikan. Selain itu rumah sehat juga harus memperhatikan sanitasi. Letak pembuangan sampah harus diperhatikan, sebaiknya sejauh mungkin dari rumah dan tidak mengganggu kenyamanan kita. WC dan pembuangan limbah rumah tangga harus dibuat dengan baik agar tidak mencemari lingkungan. Selain itu hal penting yang perlu diingat adalah jarak dengan sumur atau sumber air minimal 10 m. mengapa demikian? hal ini dikarenakan zat-zat kimia dan organisme mikroskopik biasanya masih banyak terdapat disekitar penampungan WC dan pembuangan limbah rumah tangga.

Rumah sehat juga harus memperhatikan faktor biologi lingkungan sekitar rumah. Sebaiknya tanam beberapa pohon yang perakarannya tidak merusak bangunan sebagai penyedia kebutuhan oksigen dirumah kita. Selain itu dengan menanam pohon lingkungan rumah juga menjadi asri, teduh.

Rumah Ramah Lingkungan 
Rumah ramah lingkungan yang dimaksud disini adalah dari proses pembangunan rumah hingga bangunan berdiri dan kita huni sekecil mungkin berdampak negatif terhadap lingkungan. Dengan menerapkan konsep rumah ramah lingkungan banyak hal positif yang akan kita dapatkan. Beberapa hal yang yang perlu diperhatikan untuk menerapkan konsep rumah ramah lingkungan, yaitu:

  1. Memilih bahan ramah lingkungan: Kita haruslah cerdas dalam memilih bahan bangunan yang kita gunakan dalam membangun rumah dan interior. Semakin sedikit kita menggunakan kayu sebagai bahan bangunan, semakin baik. Artinya kita mendukung pengurangan penebangan kayu. Berapa ribu hektar hutan yang rusak untuk ditebang kayunya? pada saat ini kayu dapat diganti dengan bahan lain seperti baja.
  2. Mengurangi penggunaan energi listrik dan Air: Konsep rumah hemat energi merupakan konsep penting dalam mendukung pengurangan penggunaan bahan bakar fosil. Di Indonesia sebagian besar pembangkit energi listrik masih menggunakan bahan bakar batubara. Dengan mengurangi penggunaan cahaya lampu dan alat-alat elektronik akan memperkecil penggunaan energi listrik. Dengan memaksimalkan jendela dan ventilasi pencahayaan akan lebih maksimal. Selain itu ventilasi membuat sirkulasi udara menjadi baik dan menghindari penggunaan AC. Apakah kita tahu bahwa emisi dari AC akan merusak lapisan ozon dan menigkatkan global warming?
    Selain energi listrik penghematan air juga dapat dilakukan dengan cara-cara yang efesiesn. 
    Penggunaan aerator mampu membatasi aliran air dari keran, bahkan mampu menghemat penggunaan air hingga 30 persen. Penggunaan shower dapat menghemat air lebih dari 60%. Penggunaan gayung mandi dapat menghabiskan 15 liter air, sementara dengan bak mandi (bathtub), dapat menghabiskan sedikitnya 100-300 liter. 
  3. Memaksimalkan teknologi dan energi: Penggunaan solar cell  dapat memenuhi kebutuhan listrik rumah kita. Banyak sekali konsep rumah modern di eropa dan amerika yang menggunakan solar cell untuk memenuhi energi listriknya. Selain itu solar cell pada saat ini masih menjadi energi yang paling ramah lingkungan. Namun sayangnya di Indonesia solar cell  belum terlalu berkembang. Energi lainnya yang dapat dihasilkan setingkat rumah adalah penggunaan energi biogas. Konsep ini memang membutuhkan perencanaan yang matang. Di Cina ribuan rumah tangga menggunakan energi biogas dari limbah rumah tangga yang menggantikan gas LPG sepenuhnya.
  4. Konsep rumah sehat dan rumah hijau: Seperti dijelaskan dalam bahasan "Rumah Sehat" diatas, pembuatan rumah sehat yang memperhatikan sanitasi akan memperkecil dampak negatif dari limbah rumah tangga dan sampah yang dihasilkan. Pembuangan sampah harus benar-benar diperhatikan. Selain itu dengan menerapkan konsep rumah hijau dengan menanam berbagai tanaman dan pohon akan merawat lingkungan sekitar rumah. Siklus hidrologi (air tanah) menjadi lebih baik karena sistem perakaran pohon. Udara juga menjadi lebih bersih karena adanya pohon. Tanaman hias seperti lidah mertua (Senseveria sp.) yang ditempatkan di ruangan mampu menyerap polusi yang dihasilkan dari berbagai sumber polusi seperti asap rokok.